Keliling Indonesia? Jangan Lupa Berburu Tenun.

Sempatkah terpikir olehmu untuk membawa buah tangan setiap kali selesai bepergian dari daerah – daerah di Indonesia?. Jika iya, apa yang biasanya kamu bawa?. Sempatkah terpikir olehmu untuk membawa buah tangan dari satu jenis benda yang hampir pasti ada disetiap daerah di Indonesia namun berbeda – beda ciri khasnya?, lalu benda apakah itu?. Jika belum terpikirkan cobalah berburu tenun, karena dari tenun Indonesia disatukan. Bhinneka Tunggal Tenun.

New Picture

Tenun Tanimbar

Tenun adalah satu jenis kain yang hampir pasti bisa kita temukan di tiap daerah di Indonesia, mulai dari ujung barat hingga timur dan dari ujung utara hingga selatan. Kain ini merupakan kreasi budaya adiluhung bangsa sejak jaman nenek moyang. Usia kain tenun dari negri ini sendiri mungkin sudah ribuan tahun lamanya. Kehadirannya bisa dikatakan muncul sejak adanya peradaban manusia di Indonesia, karena fungsinya sebagai bahan pembuat pakaian yang merupakan kebutuhan dasar manusia.

Pembuatan kain tenun juga sangatlah tradisional, unik, serta ramah lingkungan. Ditambah motif – motif khas daerah yang kebanyakan juga mengambil dari apa yang pembuatnya lihat disekitarnya, yang kemudian membuat tenun ini memang pantas menyandang gelar sebagai kreasi seni tekstil adiluhung dari negri ini. Proses kreasi kain tenun sendiri dimulai dari pembuatan benang, materialnya bisa dari kapas, serat pohon dan kepompong ulat sutera (untuk tenun – tenun mahal yang biasa dipakai Raja – Raja) yang ada di alam Indonesia. Dari material – material tersebut dibuatlah benang dengan cara memilin lalu memintalnya. Setelah benang – benang itu terkumpul, proses selanjutnya adalah memberi warna pada benang – benang tersebut. Lagi – lagi material yang digunakan untuk pewarnaan benang ini juga diambil dari alam dan disesuaikan dengan apa yang ada disekitar tempat kain tenun ini dibuat. Ada yang menggunakan akar tumbuhan, daun, bunga, dan lain sebagainya sebagai bahan pewarna benang tadi. Proses pewarnaan benang ini nantinya juga berpengaruh terhadap motif kain yang akan dihasilkan. Selanjutnya, ketika benang telah diberi warna dan telah siap maka proses penenunan pun mulai dilakukan. Benang akan dirangkai satu persatu menggunakan sebuah alat tenun hingga menjadi satu lembar kain. Pada proses ini pula lah motif dari kain tenun akan tercipta, penenun harus tahu betul kapan memasukkan benang dengan warna tertentu yang telah dibuat sebelumnya agar nantinya sesuai dengan pola dan motif yang telah direncanakan diawal. Lamanya roses penenunan ini tergantung dari tingkat kesulitan motif dan besarnya bidang kain yang harus dihasilkan. Dari selembar kain tenun kamu bisa mempelajari budaya, sejarah hingga keadaan alam daerah penghasilnya.

Setelah melalui proses panjang diatas, kain tenun pun digunakan untuk berbagai kebutuhan selanjutnya. Pada jaman dahulu, ketika belum dikenal teknik menjahit pakaian, kain tenun hanya dipakai untuk menutupi dan melindungi bagian tubuh dengan cara melilitkannya saja. Ada juga yang menggunakan tenun sebagai alat tukar atau barter untuk pemenuhan kebutuhan hidup sehari – hari. Setelah teknik menjahit pakaian berkembang pemanfaatan kain tenun pun berkembang. Bahkan kini kain tenun juga sudah banyak dikreasikan tidak hanya untuk kebutuhan sandang saja. Sudah ada yang memanfaatkan kain tenun sebagai penambah estetika dalam seni instalasi ruangan karena keunikan motif – motifnya.

New Picture (1)

Lurik (Jawa Tengah)

Nah, mungkin sebagian dari kamu juga masih menyimpan tanya; “jika memang kain tenun itu ada ditiap daerah di Indonesia dan memiliki kekhasannya masing – masing, lalu daerah mana saja dan apa namanya? Sehingga nantinya ketika berkunjung kesana bisa menjadi target pencarian”. Untuk menjawab tersebut simak daftar kain tenun yang ada di tiap wilayah di Indonesia sebagai berikut :

  1. Sumatera : Kain Ulos (Sumatera Utara), Kain Songket (Aceh, Sumatera Barat hingga Sumatera Selatan), Kain Tapis (Lampung).
  2. Jawa : Tenun Baduy (Jawabarat), Tenun Troso (Jepara), Lurik (Yogyakarta, Solo, dan sebagian besar wilayah Jawa Tengah), Tenun Ikat Bandar Kediri (Jawa Timur), Tenun Gedog Tuban (Jawa Timur).
  3. Bali : Kain Endek dan Kain Gringsing.
  4. Nusa Tenggara : Tenun Ikat Lombok (Nusa Tenggara Barat), Tenun Buna (Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur), Tenun Lotis (seperti kain songket yang banyak dijumpai di Nusa Tenggara Timur).
  5. Kalimantan : Tenun Sambas dan Tenun Ikat Dayak Iban (Kalimantan Barat), Tenun Ulap Doyo (Kalimantan Timur), Tenun Pagatan (Kalimantan Barat).
  6. Sulawesi : Tenun Toraja (Sulawesi Selatan), Tenun Tolaki (Sulawesi Tenggara), Tenun Donggala/Tenun Buya Sabe (Sulawesi Tengah), Tenun Bentenan (Sulawesi Utara), Kain Karawo (Gorontalo).
  7. Maluku : Tenun Tanimbar (Maluku Tenggara), Tenun Ikat Rapidino (Maluku Utara).
  8. Papua : Tenun Sorong.

Dan dari daftar diatas sejatinya masih banyak lagi tenun khas dari Indonesia. Kamu akan menemukannya ketika benar – benar menjelajahi Negri ini. Bagaimana, tertarik keliling Indonesia sambil berburu tenun?.

Categories: tulislepasbebas | Tag: , | Tinggalkan komentar

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.