Kepulauan Salura

IMG_20160221_115713

Kepulauan Salura dari ketinggian, Tampak Pulau Kotak serta Pulau Mangudu di kejauhan

Sebuah perjalanan, jika kita menyematkan atau mendapatkan sesuatu didalamnya pastilah akan berbuah kerinduan. Di sekitaran tahun 2008 saya berkesempatan mengunjungi kepulauan terdepan yang terletak disebelah selatan Sumba Timur yaitu kepulauan Salura. Dan sekarang saya sedang rindu tempat itu.

Perjalanan ke Kepulauan Salura dimulai dari Waingapu, ibukota dari Kabupaten Sumba Timur. Dengan memakan waktu hampir setengah hari kita pun akan tiba di desa Katunduh yang merupakan desa terakhir dan adalah tempat untuk menyeberang ke Kepulauan Salura. Hanya dari desa inilah kita dapat menyewa perahu lalu menyeberang ke Salura. Selama setengah hari perjalanan melintasi Sumba Timur kita akan disuguhi pemandangan yang sangat cantik. Perbukitan yang ditumbuhi rerumputan hijau membuat kita merasa tidak sedang berada di Indonesia.

mtf_VoZiC_385.jpg

Perbukitan nan Hijau, Sumba Timur.

Perjalanan darat ini juga wajib menggunakan kendaraan yang mumpuni serta pengemudi yang mahir karena dibeberapa lokasi medan yang harus dilalui cukuplah menantang kemampuan dan nyali, tak jarang kita harus melibas sungai dengan kendaraan karena akses jalan yang terputus, sebuah petualangan yang seru.

Selain itu, keunikan lain dapat kita jumpai ketika kita menyisiri wilayah Sumba Timur dari Utara ke Selatan ini. Di setiap desa yang saya lewati, saya melihat disudut desa atau ditengah – tengah nya terdapat Dolmen, Meja Batu yang merupakan peninggalan kebudayaan zaman Neolitikum.

mtf_VoZiC_381.jpg

Dolmen

Tidak sulit untuk melihat Dolmen – Dolmen ini karena banyak yang lokasinya memang berada tidak jauh dari pinggir jalan utama. Dibawah Dolmen – Dolmen tersebut biasanya terkubur jasad leluhur dan pada waktu – waktu tertentu Meja Batu tersebut digunakan untuk menaruh sesaji yang merupakan bentuk penghormatan untuk yang terkubur dibawahnya, sebuah kearifan lokal untuk menghormati nenek moyang.

Setelah melalui petualangan via jalur darat, perjalanan dilanjutkan dengan menyeberang menggunakan perahu yang bisa disewa dari Katunduh. Perjalanan laut ini tidak memakan waktu lama, kira – kira satu setengah jam jika laut sedang tenang. Kondisi laut memang perlu diperhatikan ketika kita ingin menjelajahi wilayah Indonesia yang sebagian besar merupakan Kepulauan.

IMG_20160221_115133

Mendaki Bukit di Pulau Salura

Sesampainya di Pulau Salura, saya langsung disambut oleh Pak Robert yang ketika itu menjabat sebagai kepala desa. Penyambutan yang dilakukan pun sangat unik, saya dan beberapa rekan dibawa ketengah desa dimana disitu terdapat sebuah sumur yang dianggap keramat. Pak Robert menimba air dari sumur tersebut lalu meminta saya untuk bersuci. Setelah itu, beliau menyematkan sebuah gelang yang terbuat dari daun nyiur lalu menariknya untuk mengencangkan. Jika ketika ditarik gelang tersebut putus maka saya(tamu) harus bersuci lagi dan memperbaiki niat berkunjung ke pulau ini, karena jika terjadi seperti itu dipercaya bahwa tamu yang datang ini memiliki niat jahat terhadap pulau.

Beralih dari cerita penyambutan, Kepulauan Salura ini secara administrasi merupakan sebuah Desa yang mencakup 3 pulau yaitu : Pulau Salura, Pulau Kotak (masyarakat lokal menyebutnya Pulau Kambing) dan Pulau Mangudu. 3 pulau ini merupakan pulau terdepan Indonesia yang berbatasan langsung dengan Australia. Potensi dari 3 pulau tersebut tentu saja adalah perikanan dan pariwisata. Bagi pegiat olahraga surfing, 3 pulau ini wajib dikunjungi karena ombak disini sungguhlah menggoda untuk diselancari. Di pulau Mangudu sendiri sempat berdiri sebuah resort yang dikelola oleh Warga Negara Asing namun kini telah ditinggalkan karena sempat beredar isu penjualan pulau.

Yang jelas, segala cerita selama diperjalanan, kebiasaan masyarakat, potensi serta keindahan Kepulauan Salura memang mempesona dan patut dirindukan.

 

 

Iklan
Categories: tulislepasbebas | Tag: , , , , , | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: