Kedai Filosofi Kopi, Kedai Kopi Yang dibangun Dari Cerita

Kedai Filosofi Kopi

Kedai Filosofi Kopi

Buat yang sudah menonton atau ingin menonton Film Filosofi Kopi tenang, ini bukan ulasan tentang film tersebut. Ini tentang sebuah kedai kopi yang lahir karena adanya film Filosofi Kopi itu.

Letaknya di bilangan Jakarta Selatan tepatnya di Area Pertokoan Blok M Square (lokasi : http://goo.gl/maps/hbz9r) kedai kopi ini berada. Jika kamu sudah menonton film nya, kamu pasti tak asing dengan suasana disekitar kedai karena memang kedai ini dan area sekitarnya adalah tempat syuting film Filosofi Kopi. Yang ditawarkan Kedai Filosofi Kopi adalah pengalaman ngopi seperti di Film Filosofi Kopi. Desain ruangan, setting meja, serta ornamen – ornamen kedai pun dibuat persis seperti yang ada di dalam film. Yang berbeda hanya beberapa alat yang ada di bar kopi contohnya mesin espresso yang lebih bagus ketimbang yang ada di film. Saya datang kesini sore hari karena memang jam buka kedai ini (entah sementara atau akan seterusnya) antara jam 9-12 pagi lalu jam 5-11 malam, mereka tidak buka di jam makan siang, mirip seperti di film bukan?.

Bar Kopi yang Tak Berjarak dengan Pengunjung

Bar Kopi yang Tak Berjarak dengan Pengunjung

Kedai Filosofi Kopi merupakan sebuah kedai kopi satu ruangan tanpa asap rokok yang ditengahnya terdapat Bar Kopi yang langsung kita jumpai seketika kita masuk. Konsep seperti ini membuat penikmat kopi dan pembuat kopi bisa berinteraksi tanpa ada sekat atau batasan, pengunjung disini dapat dengan mudah melihat proses kopi diseduh hingga tersaji di cangkir kopi mereka. Dan itu juga sebabnya kedai ini bebas asap rokok, karena jika tidak begitu asap rokok akan mengganggu kopi – kopi yang siap disaji di bar kopinya.

Sempat saya berbincang dengan Jack dan Tepeng, barista di kedai ini, mereka mengungkapkan bahwa kedai ini didirikan untuk memberikan pengalaman yang sama seperti di film kepada penikmat kopi. Kopi-kopi yang disajikan pun persis seperti yang ada di film antara lain Tiwus dan Ben’s Perfecto, dan tidak hanya itu, setiap pengunjung yang memesan kopi akan diberi kartu filosofi untuk tiap kopi yang dipesan. Saya pesan Tiwus kala itu dengan metode Kopi Tubruk lengkap dengan kartu filosofinya.

Kedai kopi ini memang dibangun karena cerita Filosofi Kopi itu sendiri. Nilai – nilai tentang kopi yang ada di film juga coba diterapkan di kedai ini, bahwa kopi enak akan selalu menemukan penikmatnya, dan itu yang ingin dijaga ungkap Jack dan Tepeng. Mereka berdua menyadari bahwa saat ini ada banyak sekali kedai kopi dan untuk bisa terus bertahan Kedai Filosofi Kopi tak mungkin terus menerus mengandalkan gimmick dari film, tetap yang harus disajikan adalah kopi – kopi yang berkualitas.

Sebagai tambahan informasi, Chico Jericho yang berperan sebagai Ben di film Filosofi Kopi juga kadang menjadi Barista di kedai ini. Dan kemampuannya meracik kopi tak perlu diragukan karena selama proses pembuatan film Chico juga ikut kursus menjadi Barista. Jadi kalau beruntung bisa saja nanti kopimu di Kedai Filosofi Kopi diracik langsung oleh si ‘Ben’. Selamat Mencoba.

Iklan
Categories: tulislepasbebas | 2 Komentar

Navigasi pos

2 thoughts on “Kedai Filosofi Kopi, Kedai Kopi Yang dibangun Dari Cerita

  1. jenis kopi yang digunakan apa saja?

  2. setelah baca artikel ini jadi pengen nonton filosofi kopi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: