Bawean, Pulau Orang Boyan.

Landscape Pulau Bawean

Landscape Pulau Bawean

Pagi itu saya bergegas merapikan barang-barang keperluan, mengejar kapal cepat yang telah merapat di pelabuhan Gresik yang juga sudah siap untuk kembali melepas sandaran dari ban-ban karet di tepi pelabuhan. Seharusnya saya tidak nonton bola semalam, karenanya saya jadi bangun kesiangan. Kemudian perjalanan mengarungi laut Jawa pun dimulai selepas jam sembilan, mereka bilang ini akan menempuh waktu kurang lebih tiga jam.

Pulau Bawean, pulau ini terbentuk karena proses pengangkatan sebagai akibat tenaga endogen dari cekungan Tuban. Tapi saya tidak akan mengupas terlalu banyak tentang sejarah geologi pulau ini. Yang jelas, yang tertangkap mata saya adalah pulau ini merupakan pulau karst (kapur).

Konon, Bawean ditemukan pertama kali oleh orang-orang dari Singasari. Di ceritakan bahwa sebelumnya mereka terombang-ambing oleh badai yang menerpa di Laut Jawa, semalaman rombongan Singasari ini berlayar tanpa arah sampai pada akhirnya ketika matahari terbit kapal mereka telah kandas dan mereka terdampar dipulau Bawean ini. Kisah ini pula yang menjadi alasan kenapa Bawean bernama Bawean, Bawean berarti matahari terbit dalam sansakerta.

Kemudian orang-orang Singasari tadi menetap di pulau itu, beranak pinak dan menanamkan budaya, sampai selanjutnya pada abad ke-15 islam masuk dan mulai terjadi akulturasi. Islam masuk karena pengaruh wali songo. Sunan Gresik yang bernama asli Maulana Malik Ibrahim adalah tokoh utama dibalik penyebaran agama islam di pulau Bawean ini, meskipun beliau tidak secara langsung melakukan syiar islam di pulau tersebut. Adalah murid dari Maulana Malik Ibrahim yang bernama Umar Mas’ud yang benar-benar ”terjun” langsung dan menyiarkan islam di Bawean. Bukti-bukti penyebaran islam di pulau ini dapat dijumpai di Kecamatan Sangkapura, disana terdapat makam dari Umar Mas’ud ini.

Di pulau Bawean saat ini terdapat dua Kecamatan yaitu Tambak dan Sangkapura, yang keduanya dihuni kira-kira 72.000 penduduk, awalnya saya beranggapan orang Bawean ini adalah keturunan Madura karena bahasa yang mereka gunakan juga sekilas terdengar seperti bahasa Madura. Tapi ada yang unik, meraka tak mau disebut orang Madura, mereka lebih senang dikenal sebagai orang bawean. Terlepas dari bahasa yang mirip, silsilah yang merujuk kesana jika di runut, dan lain-lain, orang-orang Bawean lebih merasa bahwa entitasnya adalah berbeda dengan orang Madura. Dan hal ini dipegang teguh oleh mereka, mereka percaya bahwa sejatinya nenek moyang mereka bukanlah orang Madura. Nenek moyang mereka lahir dipulau ini, dan untuk membuktikan hal tersebut saya sampai dibawa kesuatu desa dimana disitu terdapat orang-orang penutur bahasa bawean asli, dan orang-orang inilah yang merupakan keturunan langsung nenek moyang Bawean. Agak bertentangan dengan logika ditemukannya pulau ini pertama kali memang.

Pulau Bawean punya sebutan lain yaitu pulau putri, kenapa? Karena ternyata banyak diantara orang-orang Bawean terutama laki-laki yang ketika sudah dewasa pergi meninggalkan kampung halamannya untuk mencari nafkah. Mereka merantau, ke Jakarta, Surabaya, bahkan hingga ke negri Jiran Malaysia. Ya, tidak sedikit orang Bawean yang mengadu nasib di negri tetangga kita itu. Dan faktor inilah yang pada akhirnya menyebabkan anomali pada Demografi pulau ini dimana lebih banyak jumlah penduduk perempuan ketimbang laki-laki, maka sebab itu pulau ini punya sebutan pulau putri.

Karena cukup banyaknya orang Bawean yang hijrah ke Malaysia, mereka sampai membentuk semacam koloni tersendiri disana. Menurut informan saya, migrasi penduduk Bawean ke Malaysia sudah berlangsung cukup lama, kira-kira dari awal 70an, dan bukti bahwa Malaysia adalah rumah kedua terlihat juga dari ragam bahasa sehari-hari yang mereka gunakan di pulau ini, ada banyak istilah dalam bahasa Bawean yang kental bahasa Melayu-nya. Dan persekutuan atau kolonisasi mereka di negri Jiran sana ternyata juga sudah cukup mengakar. Orang Malaysia mengenal logat bahasa melayu yang mereka sebut Boyanese, ini adalah bahasa Malaysia yang sudah terpengaruh dialektika bahasa Boyan, atau bahasa Bawean. Ya, orang Malaysia menyebut tamu-tamu mereka ini sebagai orang Boyan.

Griya Pesanggrahan

Griya Pesanggrahan, Sangkapura

Tak terlalu lama saya singgah di pulau ini, oleh karenanya saya juga jadi tak bisa banyak cerita. Yang jelas pulau ini sejatinya cukup unik, ragam budaya dan alamnya juga cukup menarik, sayang akses kesana masih terbatas, hanya via laut saja yang itupun tidak tiap hari berangkat. Ada lapangan udara perintis yang sedang dibangun disana, namun sepertinya masih tersendat, entah karena biaya atau aksesibilitas kendaraan pengangkut material bahan bangunan yang terhambat, karena ternyata jalan di Bawean ini juga banyak yang rusak. Tapi seperti saya bilang tadi, pulau ini cukup menarik. Setidaknya ada enam tempat yang patut dikunjungi yaitu pulau Selayar(dibawah ini ada bungker yang digunakan Jepang ketika perang dunia II), pulau Noko(pulau tak berpenghuni yang cukup bagus untuk snorkeling), pulau Gili(terdapat satu dusun yang cukup menarik untuk wisata pedesaaan), Danau Kastoba(danau yang berada ditengah gunung), penangkaran Rusa Bawean(hewan endemik pulau Bawean), Griya Pesanggrahan(rumah peninggalan Belanda yang kini dijadikan Penginapan. Namun mohon maaf, karena beberapa kendala teknis saya tidak bisa menampilkan semua foto dari tempat-tempat tersebut. =)

Satu yang saya dapat ketika di Bawean : ”eson kerrong ka be’na”

Senja Bawean

Senja, dari 40 mdpl menara suar Sangkapura

terimakasih kepada Khadaffi,

informan sekaligus teman dari Bawean.

Iklan
Categories: tulislepasbebas | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: