La Omi

Sebuah pesan masuk ke telepon selularku. Nomornya tak kukenal, kubaca dan baru ku ketahui jika itu dari La Omi, kenalanku beberapa tahun lalu dari pulau penghasil aspal, Buton. La Omi menuliskan namanya diakhir pesan itu, ia menanyakan kabar. Ah, betapa tersanjung aku mengetahui ia masih ingat dan menyimpan nomorku.

La Omi ini dulu adalah ”pengantar”ku ketika aku melakukan pekerjaan di pulau Buton. Kusewa motornya, lalu ia menawarkan diri untuk mengantarkanku menjelajahi pulau itu. Lantas kupikir apa salahnya, akan lebih asyik punya teman perjalanan bukan?. Darinya aku juga jadi tahu sudut-sudut pulau Buton, dari keindahan hingga permasalahan-permasalahannya. La Omi bilang kini ia sudah jadi pegawai negri, beberapa waktu lalu ia mendapatkan pengangkatan, kini ia tak menyambi ”ngojek” lagi, sukurlah.

Seperti kenalan-kenalanku, yang kemudian selalu kuanggap saudara, dari daerah lain, La Omi bertanya kapan kira-kira aku bisa mampir lagi? dan aku selalu hanya bisa menjawab, ”Jika Tuhan mengijinkan, saya pasti kesana lagi”. Ya, aku selalu ingin kembali ke tempat mereka yang telah membuka mataku melihat indahnya Indonesia ini. Melihat kembali anak-anak kecil yang masih lucu ketika aku jumpai dulu, yang sekarang mungkin telah bertumbuh menjadi remaja yang siap membangun bangsa.

Percakapan kemudian berlanjut di ujung gagang telepon masing-masing. La Omi bercerita tentang anaknya yang saat ini duduk di kelas 4 Sekolah Dasar, sang anak meminta dibelikan telepon genggam, dan memilih merek yang cukup beken sekarang ini. Kelebihan merek itu adalah didalamnya ada fitur yang memungkinkan penggunanya berkirim pesan kesemua orang yang memiliki handphone dengan merek yang sama dengan merek tersebut. La Omi bingung, bukankah setiap telepon genggam memang bisa digunakan untuk berkirim pesan kesemua orang yang memiliki telepon genggam? apa hebatnya handphone yang hanya bisa berkirim pesan hanya ke satu merek saja?. Sedikit tertawa ia memberi penjelasan kepadaku mengenai hal itu. Aku menambahkan, selain fitur berkirim pesan itu tadi, merek yang diminta sang anak juga memungkinkan penggunanya untuk mengakses internet lebih cepat dan mudah, ini bagus untuk mengetahui informasi dari seluruh dunia, tapi tetap harus diawasi penggunaannya mengingat anak La Omi masih bersekolah di kelas 4 Sekolah Dasar. La Omi mengamini saran terakhirku tadi, ia bilang ia mungkin akan tetap membelikan anaknya itu telepon genggam, namun tidak untuk merek yang anaknya minta. Ia akan membelikan telepon genggam ”biasa” saja untuk anaknya, yang penting masih bisa digunakan untuk komunikasi, kalau mau berinternet La Omi akan menyuruh anaknya pergi ke Warnet depan rumah, toh ia kenal yang mengelola warung internet itu sehingga masih bisa ia titip mengawasi sang anak. ”Ya, itu kan anak bang Omi, bang Omi lah yang tau mana yang terbaik”.

Dari permintaan telepon genggam sang anak kami kemudian melanjutkan perbincangan ke kelakar tentang kenangan-kenangan ketika aku disana, ah betapa itu membuat aku rindu. Dan tak berapa lama kami pun harus mengakhiri perbincangan, mungkin suatu saat kita bisa berbincang lebih banyak lagi La Omi, sambil ditemani segelas Saraba. Di akhir La Omi sempat berkata,

”saya juga ga nyangka sekali mas, masih bisa menghubungi mas. Tadinya cuma iseng ketika ini handphone saya pegang-pegang, entah kenapa terpikir buat kirim sms ke mas”. ”memang benda ini jadi buat dunia dalam genggaman ya, mas?, atau hanya sebatas genggaman itu saja duniamu?”. Di kalimat terakhirnya La Omi menyisipkan tawa.

 

                                                                                                La Omi, dari Pasar Wajo, Buton.

Iklan
Categories: tulislepasbebas | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: