sajak rindu

Rancu rindu gincu..

Senyap dilahap gelap,

Dalam malam diam..

Bara hanya rindukan api, sampai datang angin yang dipuja..

Merahnya kemudian akan benar – benar membakar, sampai ia lalu jadi abu..

Surga itu adalah lengkung senyum manismu,

Dan nerakanya adalah rindu yang berdegup didalam rongga dada ini..

Kuberi ini belati, arahkan tepat ketempat berdegup itu rindu,

Tusukkan!! Yang dalam..

Iklan
Categories: puisi | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: