#FiksiKopi 5

Kupacu mesin Willys tuaku di aspal yang agak basah karena baru terguyur hujan, kadang aku merasa seperti tuan Takur si polisi india ketika mengendarai mobil ini. Jeep ini kudapat cuma – cuma dari saudagar di mandailing natal, ia juragan kopi, aku pernah melakukan sesuatu untuk kebun kopinya hingga ku dihadiahi kendaraan ini.

♫ someday you will find me caught beneath the landslide.. ♫

Hey..!!penggalan lirik itu membuat ku bergidik, kudengar itu tepat ketika kulewati jajaran tebing di Cipularang. Bagaimana jika jajaran tebing itu benar – benar longsor?, ditambah lagi baru saja wilayah ini diguyur hujan, hiii…. Kemudian kuingat kabar terakhir dari sang pemberi jeep ini, beliau bilang Sumatera juga telah hujan dari kemarin – kemarin.

Hmm..kudengar memang BPPT melakukan sesuatu di Sumatera beberapa waktu belakangan, untuk mengurangi titik api kebakaran hutan mereka membuat hujan buatan disana. Ya, hujan buatan adalah salah satu solusi untuk menanggulangi kebakaran hutan, manfaat lainnya adalah untuk pertanian. Ketika suatu wilayah sedang dilanda kekeringan dan butuh air, hujan buatan ini akan jadi seperti oase dipadang pasir.

Banyak yang mengira membuat hujan buatan ini seperti praktek pawang hujan, hmm..mungkin, tapi sebenarnya ini teknologi. Teori mudahnya adalah dengan cara menebar sejenis ‘ramuan’ garam-garaman keangkasa, dan ketika aku bilang ‘ramuan’ memang menjadi seperti penyihir ya si pembuat hujan buatan ini?. Kemudian garam-garaman ini yang menjadi katalisator guna mempercepat terbentuknya awan. Dan setelah terbentuk, awan – awan tadi akan ‘dibuat’ agar berkondensasi, oleh karena itu dibutuhkan suhu yang pas. Karena tak selalu saat setelah ada awan maka langsung akan terjadi hujan, dan mendung tak berarti hujan.

Tapi apakah sesederhana itu prosesnya?. Tidak, sejatinya hujan buatan itu adalah juga praktek ’mencuri’ awan. Garam – garaman tadi sebenarnya ’menarik’ awan dari hasil evaporasi (penguapan) wilayah lain untuk kemudian dimanfaatkan di wilayah yang di inginkan. Nah, dari ’tarik – menarik’ awan ini bukankah hujan buatan sebenarnya bisa jadi sebuah perdebatan?.

Teknologi hujan buatan ini bisa menimbulkan konflik jika penggunaannya tidak bijak, sebuah wilayah bisa saja direkayasa untuk kekeringan terus – menerus dengan teknologi ini. Dan ketika ada daerah atau bahkan negara yang berperang demi koordinat batas mereka di laut dan didarat, sejatinya batas yang dimaksud lebih dari itu, hujan buatan ini buktinya. Siapa menyangka awan pun bisa dicuri?.

Hmm yeah, aku serasa anthony kiddies ketika lagu yang terputar di tape mobilku adalah scar tissue, sambil kuperagakan tengilnya si anthony di video klipnya itu. Tiba – tiba….Duaarrr!!blasssh..asap putih mengepul dari kap depan, willys tua ini meledak, overheat mungkin, ya ampuun..! di jalan yang sepi begini?!!..GOD!!!!.

Hmmmhh, sepertinya memang rencanaku untuk menemuinya tak bisa kulanjutkan, gadis manis itu. Terpaksa kusampaikan salam saja, melalui angin, itupun juga bila mungkin. Maafkan aku ya manis.

*diambil dari kumpulan cerita fiksi ber-taggar #FiksiKopi dari akun twitter @antorology

Iklan
Categories: prosa | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: