untuk(nya)…yang sangat ingin mendaki mahameru

Sayang..

Keluarlah dari rimba dimana mata-mata tajam mengintaimu, yang siap menerkam dan menghujam bawa keluar isi jantungmu..

Keluar dan lihatlah bintang mencumbu bulan diatas padang oro-oro ombo, atau kau bisa teguk seraup sejuknya air ranu kumbolo..
Bermainlah kemudian dengan anjing kecil liar dilembah itu, disela rerimbun edelweis kau pun bisa jumpai kupu-kupu..
Biarkan kupu-kupu itu hinggap ditanganmu..
Sebentar lalu ia akan tuntun kau kepuncak mahameru..
Meski getas rapuh sayapnya ia kan tetap menjadi pandu..

Mungkin sejenak kau mendangak kepala di tanjakan cinta, namun perjuangan tak hanya akan berakhir disana..
Kau kan lihat beratnya perjalanan ini, hingga mereka mati bersaksi prasasti..
Dan ketika kau bertemu cemara yang satu, lewati saja ikuti kupu-kupu..
Sebentar lalu ia akan tuntun kau kepuncak mahameru..
Meski getas rapuh sayapnya ia kan tetap menjadi pandu..

Kemudian nikmatilah singgasana sang dewa, tak perlu berlama pulanglah segera..
Dan kupu-kupu itu akan tetap terbang disekitarmu..
Meski getas rapuh sayapnya ia kan tetap menjadi pandu..

Iklan
Categories: puisi | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: